PEMBACAAN AYAT SUCI AL-QUR’AN DALAM SETIAP ACARA KEAGAMAAN


Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Puja dan puji syukur selalu terpanjatkan kepada Allah yang selalu memberikan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya kepada kita semua. Sehingga kita dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyu’ tanpa ada halangan apapun.
Sholawat serta salam, semoga selalu tercurahkan kepada panutan kita, Nabi Muhammad SAW.yang telah menunjukkan jalan lurus, jalan kebenaram, yaitu addinul islam. Semoga nanti di yaumul kiyamah kita semua mendapat syafaatnya biqouli Allahumma Sholli ‘ala Muhammad.
Dalam kesempatan ini penulis akan memberikan sedikit wawasan tentang ayat-ayat yang berkenaan dengan acara-acara keagaan yanh setiap tahun kita peringati. Bahkan tidak hanya acara keagamaan saja, tetapi acara yang beripa nasionalisme juga asa sebenarnya, namun akan kita bahas di tulisan berikutnya.
Dalam berbagai rangkaian kegiatan keagamaan, Tasyakuran, pernikahan, dsb.  Pasti diawali dengan pembacaan ayat-ayat al-Qur’an, dimana seorang Qori-Qoriah diundang untuk mengisi acara tersebut dengan harapan selain tujuan ibadah fahala tentunya juga dapat mengumandangkan kemerduan suaranya melalui ayat-ayat yang dibacakannya. Sehingga pendengar dapat meresapi dan menghayati betapa mulia dan agungnya Allah dengan firman-firmannya.
Dalam konteks kegiatan acara yang diadakan, alangkah baiknya seorang qori-qoriah mencari ayag relevan, yaitu sesuai dengan acara keagamaan dan makna dari peringatan tersebut, selain itu arah dan tujuan acara utamanya. Sehingga tidak sekedar menampilkan keindahan suara dan harapan pahala semata, tetapi juga mengandung nilai syiarul islam dalam memaknai ayat-ayat al-Qur’an sebagai tauladan, pedoman, tuntunan, dan peringatan yang berkaitan dengan acara kegiatan tersebut.
Berikut ini rangkuman dari beberapa ayat yang disesuaikan dengan Acara peringatan keagamaan, diantaranya ialah:

SYUKURAN KEHAMILAN ( Rasa syukur diberkahi KETURUNAN)
– Surah faathir, ayat 9-10-11 dst.
– Surah Maryam, ayat 12-13-14-15 atau 23-24-25-26
– Dsb.

SYUKURAN AQIQAH ATAU KELAHIRAN ANAK
– Surah Al-Israa, ayat 23-24-25 dst
– Surah Thoha, ayat 99 s/d 104
– Surah Al-Muminun, ayat 115s/d 118
– Dsb.

WALIMATUL I’DJAR KHITAN ( Acara tasyakuran Khitankan Anak)
– Surah Albaqoroh, ayat 123 dan 286
– Surah Lukman, ayat 14-15-16 atau 17-18-19
– dsb
WALIMATUL URUSY ( Acara Akad Nikah)
– Surah An-Nisa, ayat 1 dan Surah Ar-Rum ayat 21 serta Tambahan Surah lainnya.
– Surah Ar-Rum, ayat 21 bisa ditambah dengan ayat-ayat yang mendukung seperti tentang Doa, Peringatan dsb. seperti Ibrahim, ayat 33-34, dan At-Tahrim, ayat 6
– dsb.

WALIMATUL HUJAJ (Acara Ratib- Syukuran keberangkatan Haji)
– Surah Al- baqoroh, ayat 196s/d200.
– Surah Al- baqoroh, ayat 197s/d203 bisa ditambah Surah Al-Quraisy.
– Surah Al-Hajj, ayat 26-27-28 dst.
– dsb.

WALIMATUL TU’FAH ATAU NAQ’IAH (Syukuran keberangkatan dan kepulangan )
– Surah Al- Mu’min, ayat 7-8-9.
– Surah Yunus, ayat 21-22-23.
– Surah An-Naml, ayat 60 s/d 66.
– dsb.

MAULID NABI MUHAMMAD SAW
– Surah Ali Imron, ayat 144.
– Surah At-Taubah, ayat 38-30-40.
– Surah Al-Fath, ayat 27-29.
– Dsb.

ISRO DAN MI’RAJ
– Surah Al-Isra, ayat 1- 2-3-4,dst.
– Surah Ali Imron, ayat 144 lalu tambah dengan ayat lainnya yang mendukung.
– Surah Al-fath, ayat 1-2-3-4-5.
– dsb.

NUZULUL QUR’AN
– Surah Al-Isro, ayat 9-10-11-12 atau Al-Ankabuut, ayat 51-52.
– Surah al-Qadr atau Al-‘Alak, ayat 1s/d 5
– Surah An-Nazm ,ayat 1s/d10 atau Al-Qiyaamah 16s/d 25.
– Dsb.

WALIMATUL WAAKIRAH (Syukuran menempati rumah baru)
– Surah Ibrohim ayat 34 s/d 41.
– Surah Al-Ankabuut, ayat 56 s/d 59 atau 60 s/d 63.
– dsb.

WALIMATUL MA’DABAH (Syukuran kegembiraan)
– Surah An-Nahl ayat 83.
– Surah Ibrohim ayat 31s/d 34.
– dsb.

WALIMATUL WALIMAH (Syukuran Terhindar dari bencana)
– Surah Al-Baqoroh, ayat 214 boleh ditambahkan surah dan ayat lainnya.
– Surah Ar-Rum, ayat 41 dan An-Nisa, ayat 79.
– dsb.

Uraian diatas hanyalah beberapa contoh dimana kita dapat menggalinya atau memilihnya lagi sesuai pertimbangan kemudahan membaca atau melantunkannya.
Dapat juga kita membaca karena selain harapan pahala juga adanya Fadhilah /kegunaan /keutamaan membaca ayat-ayat tertentu sesuai tujuan acara. Untuk fadhilah keutamaan membaca ayat-ayat ini tentu harus sesuai dengan yang dianjurkan oleh Rasulullah atau ada sandaran keterangan yang mendukung maksud dan tujuannya. Demikian apa yang dapat penulis kemukakan,  tentunya tukisan ini masih banyak sekali kekurangan, sehingga saran dan kritikan sangat penulis harapkan. Dan masih banyak kesalahan dalam penukisan, penilis mohon maaf, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, bagi diri penulis pribadi maupun bagi pembaca yang budiman.
Sekian Wa’alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh.

Tentang SAMSUL HUDA

Kata orang saya adalah orang yang bodo dan bikin jengkel orang yang dekat dengan saya. Sekarang pun saya masih menjadi seorang mahasiswa yang seharusnya sudah mendapatkan gelar sarjana muda. Itu bukti bahwa mungkin apa yang dikatakakn orang itu benar tentang saya.
Pos ini dipublikasikan di CORETAN TINTA. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s