HARI IBU


Pengertian Ibu

pembahasan atara ibu, perampuan dan wanita sebenarnya hampir sama. Sedangkan pengertian antara perempuan dan wanita menunjukkan kesamaan dalam pengertiannya. Dalam arti kata menyebutkan bahwa wanita atau perempuan adalah kaum putri (dewasa); apabila ditambah dengan kata karier maka berarti wanita yang berkecimpung dalam kegiatan profesi (usaha, perkantoran, dll)

Menurut arti kata ibu berarti: 1 wanita yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk wanita yang sudah bersuami; 3 panggilan yang takzim kepad wanita baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dsb); 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting.

Dari kedua pengertian antara ibu dan wanita atau perempuan hampir sama dalam kedudukannya. Tetapi dalam hal ini ada perbedaan yang mendasar diantara keduanya, wanita atau perempuan merupaka anak dari kaum putri yang sudah dewasa, tetapi belum menikah atau mempunyai pendamping. Selain itu wanita sudah dapat menjalani hidup secara individu (mengerjakan seagala sesuatunya sendiri) dan melakukan sebuah profesi sebagai pekerjaan yang dilakukannya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Hidup mandiri atau memenuhi kebutuhan orang lain dalam sebuah hubungankeluarga.

Sedangkan ibu adalah seorang wanita yang sudah bersuami. Pekerjaannya hanya dilakukan di dalam rumah, mengurus anak, memasak dan memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh suami. Pengertian ini terkesan konfensional, dan akan berbeda apabila ibu melakan pekerjaan diluar rumah, alias melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya, maka ibu tersebut bisa diartikan sebagai seorang wanita karir.

Dari arti kata tersebut banyak para ahli mendefinisikan kata ibu sebagai berikut:

  1. HR. Abu Dawud dan Tirmidzi mengatakan Wanita adalah saudara kandung laki-laki
  2. Kiai Dahlan mengatakan Wanita merupakan aset umat dan bangsa. Tidak mungkin membangun peradaban umat manusia apabila para wanita hanya dibiarkan berdiam diri di dapur dan rumah saja
  3. Abdurrahman Umairah mengatakan Wanita merupakan manusia yang mulia dan bernilai karena memiliki sifat kemanusiaan yang tinggi
  4. Yusuf Al Qaradhawi mengatakan Wanita adalah penyempurna bagi laki – laki
  5. Abdullah Cholil mengatakan Wanita adalah pilar bangsa, tiang negara, sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW tentang peran penting seorang ibu
  6. Abdul Rachman Husein mengatakan Wanita adalah seorang ibu sekaligus pendidik yang luar biasa

Dari pengertian yang sudah disebutkan oleh para ahli tersebut antara ibu dan wanita tidak ada bedanya, baik dalam peran maupun tugas yang diembannya. Bahkan dari pengertian para ahli tersebut memberikan derajat yang luar biasa bagi seorang wanita (ibu), mulai dari pembangunan sebuah peradaban, wanita yang mulia karena sifat kemanusiaan yang dimilikinya, sebagai pilar bangsa dan menjadi pendidik.

Perjuangan Seorang Ibu

Perjuangan seorang ibu dimulai ketika seorang wanita menjalin hubungan yang sah yang dinamakan dengan nikah. Dari hubungan tersebut terjadi sebuah perjantian secara alami sebagai konsekuwensi yang harus dijalaninya, yaitu mengurus segala sesuatu yang ada dirumah. Artinya mulai dari bersih-bersih rumah, mencuci, memasak dll. yang harus dilakukan setiap hari tanpa mengenal lelah. Sedangkan tugas seorang laki-laki (suami) hanya sebatas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pekerjaan seorang ibu akan semakin berat dengan keadaannya yang berbadan dua (hamil). Hal ini menjadikan pekerjaannya lebih berat dan menguras tenaga dengan pekerjaan yang ekstra yang dilakukan selama 9 bulan, kurang lebihnya.

Perjuangan tidak sampai disitu, bahkan mengurus anak dalam sebuah keluarga harus dibagi juga. Karena dalam mengurus anak tersebut merupakan beban yang paling melelahkan. Di mulai dari ketika anak bangun tidur sampai anak itu tertidur lagi, bahkan ketika anak tertidur pun tugas seorang perempuan belum selesai, dia harus mengurus rumah dan segala sesuatu yang diperlukan oleh laki-laki sebagai seorang suami. Pekerjaan itu dilakukan terus menerus selama bertahun tahun, sampai anak itu mempunyai kemampuan untuk melakukan sesuatunya sendiri. Tidak heran kebanyakan perempuan yang sudah menjadi ibu rumah tangga sering merasa bosan dengan kegiatan yang di ulang-ulang terus menerus itu.

Perjuangan itu hanyalah sebagian kecil yang dilakukan, belum lagi tanggung jawab yang diembannya, yaitu untuk menjadikan anak  mempunyai budi pekerti  yang baik. Sesungguhnya hal ini lah yang menjadi beban terberat bagi seorang perempuan (ibu). Menjadi pendidik informal yang mengajarkan tentang etika dan kesopanan dalam sebuah lingkup organisasi yang paling kecil yaitu keluarga.

Dari tanggung jawab yang berat tersebut, maka pantaslah apabila seorang perempuan menjadi icon dalam sebuah kemajuan budi pekerti pemuda bangsa.

Sejarah Hari Ibu Setiap Negara

Ibu merupakan orang yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari kita. Beliau mengasuh dan membesarkan tanpa mengenal lelah, memberikan kasih sayang yang melebihi dari pada dirinya sendiri. Bahkan rela merasakan kesakitan demi mempertahankan kebahagiaan anaknya. Mendidik dan mengajarkan dengan keteguahan dan ketekunan. Bahkan tidak mengharapkan suatu apapun dari jerih payah yang dikerjakan selama membesarkan anak, kecuali keberhasilan dan kesuksesan sang anak.

Karena melihat perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan leh seorang wanita (ibu) sangat besar, maka setiap negara atau bangsa mempunyai perbedaan dan kesamaan dalam karakteristiknya. Tergantung dengan kebudayaan masing-masing, tetapi hakikatnya sama, yaitu untuk menghormati ibu.

  1. Sejarah Hari ibu di Indonesia

Pada tanggal 22 Desember 1928 diadakan Kongres Perempuan I di Yogyakarta. Dari kongres yang pertama ini, tumbuh kesadaran bahwa perjuangan kaum perempuan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

Untuk mewadahi perjuangan itu, maka dibentuklah sebuah federasi yang mandiri dengan nama Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI) yang kemudian berubah nama pada tahun 1929 menjadi Perikatan Perkumpulan Istri Indonesia (PPII).

Sampai pada tahun 1935 federasi ini sudah menunjukan kiprahnya secara luas. Diantaranya ikut serta dalam Badan Pemberantasan Buta Huruf dan Badan Perdagangan Perempuan dan Anak.

Pada jaman itu, memang sering terjadi kawin paksa, buruh diupah murah, perdagangan perempuan dan masih sedikit sekali perempuan yang berpendidikan. Dan hal inilah yang menjadi titik berat dalam memperjuangkan nasib perempuan.

Di tahun yang sama federasi ini menggelar kembali kongres, dan membuahkan sebuah pernyataan penting bahwa PPII “Mewujudkan Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa”.

Di balik pernyataan ini telah muncul kesadaran mendalam mengenai kehidupan berbangsa pada perempuan. “Ibu bangsa” mengandung arti bahwa perempuan bukan hanya punya peran domestik dan sosial, tetapi perempuan punya peran politik yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi yang utuh.

Pada tahun 1938 kembali digelar sebuah kongres dan diputuskan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu dengan moto “Merdeka Melaksanakan Dharma”.

2.   Sejarah Hari ibu di Eropa

Hari ibu di Eropa dilaksanakan pada tanggal 15 sampai dengan 18 Mei. Dari beberapa daerah mempunyai fersi sendiri-sendiri. Seperti misalnya di Yunani Purba, perayaan hari ibu dilakukan untuk pemujaan  yang menyambut satu perayaan untuk Cybele, ibu dewa-dewi Yunani yang agung. Perayaan ini diadakan sekitar equinoks musim bunga di Asia Kecil dan tidak lama kemudian di Rom.

Berbeda lagi di Rom. Orang Rom Purba juga menyambut suatu perayaan yang bernama Matronalia bagi memperingati dewi Juno.

Orang-orang Greece pula menganggap ‘Hari Ibu’ sebagai perayaan musim bunga dan penghormatan terhadap Rhea yang dilambangkan sebagai ibu bagi para dewa, ibu kepada tuhan mereka. Pada tahun 1600 orang-orang England merayakan hari yang mereka namakan sebagai “Mothering Sunday”. Ia dirayakan pada hari Ahad keempat setiap Lent. Lent adalah tempo masa selama 40 hari satelah bulan Februari atau Mac. Dalam tempo ini, sebaagian orang-orang Kristian akan berhenti melakukan atau memakan makanan tertentu atas alasan agama. Amalan tersebut adalah sebagai penghormatan mereka terhadap Mother Mary. Mother Mary adalah Maryam, ibu kepada Nabi Isa Alaihissalam atau Jesus yang mereka anggap sebagai tuhan.

3.    Sejarah Hari ibu di Amerika

Di Amerika Syarikat, Hari Ibu disambut seawal 1872 hasil ilham Julia Ward Howe. Beliau adalah seorang aktivis sosial dan telah menulis puisi “The Battle Hymn of The Republic” (TBHoTR). Dalam tulisan tersebut Julia mengajak perempuan untuk memperlihatkan perannya dalam menciptakan perdamaian. Terlepas apapun latar belakang seorang perempuan, menurutnya mereka bisa turut andil menciptakan perdamaian. Dalam salah satu bagian tulisan tersebut, Julia berujar,  “Disarm! Disarm! The sword of murder is not the balance of justice,” (Hentikan senjata! Hentikan senjata! Pedang yang membunuh takkan bisa melahirkan keadilan.”). TBHoTR tersebut juga telah dijadikan lagu patriotik yang popular di kalangan warga Amerika. Ungkapan “Hallelujah” dalam bait-bait lagu tersebut menyerlahkan lagi sentuhan Yahudi dan Zionis dalam mencaturkan politik dunia.

Pada tahun 1907 Anna Jarvis dari Philadelphia telah merayakan adanya Hari Ibu. Beliau telah menyebarkan peringatan Mother’s Church di Grafton, West Virginia agar merayakan dan memeriahkan Hari Ibu pada hari ulang tahun kedua kematian ibunya, yaitu pada hari Ahad kedua dalam bulan Mei. Semenjak hari itu, Hari Ibu dirayakan saban tahun di Philadelphia.

Anna Jarvis dan pendukung-pendukungnya telah menulis surat kepada menteri, para pedagang dan ahli-ahli politik agar Hari Ibu disambut secara luas di seluruh wilayah. Sehingga hari ibu telah menyebar  sepenuhnya pada tahun 1911 hampir keseluruhan wilayah Amerika. Pada tahun 1914, Presiden Woodrow Wilson, secara rasminya Hari Ibu dijadikan sebagai hari cuti umum yang dirayakan pada setiap hari Ahad kedua dalam bulan Mei.

4.    Sejarah Hari ibu di Asia

Di benua Asia seperti negara Malaysia, Singapura, Jepang dan Taiwan, mereka memperingatinya di bulan kelima, Mei. Hal ini dilatar belakangi oleh kebudayaan dan kepercayaan masing-masing. Yang intinya untuk menghormati keberadaan seorang ibu.

Pelaksanaan Perayaan Hari Ibu

Perayaan hari ibu sangat beragam tergantung dengan kebudayaan masing-masing negara, tetapi pada intinya peringatan tersebut dilakukan untuk mengenang jasa seorang ibu. Tentunya cara merayaannya pun sangat spesial, karean hari ibu hanya ada sekali dalam setahun. Padahal menurut padangan saya, semua hari adalah untuk ibu, karena ketika kita masih dalam kandung dan ketika dilahirkan, hari-harinya dijalani hanya untuk sang anak. Sehingga pantaslah bahwa semua hari adalah milik ibu, itupun tidak cukup untuk mengganti betapa besar jasa yang diberikan kepada kita sebagai anaknya, itupun diberikan secara Cuma-Cuma.

Di setiap negara mempunyai kesamaan dalam menyampaikan hari besar tersebut kepada ibunya, seperti dibanyak negara merayakannya dengan memberikan sebuah kuntum bunga mawar, atau melati sebagai rasa trimakasih. Ada juga yang menggantikan tugas ibu selama beberapa hari ketika hari perayaan sebelumnya atau seudahanya. Memberikan sesuatu yang berharga bagi anak yang sudah mempunyai penghasila sendiri. Dan masih banyak lagi cara untuk memeriahkan acara tersebut.

Bahkan perayaan hari ibu tersebut di beberapa negara menjadi ajang vestifal dalam sebuah pagelaran sebagai ciri khasnya. Dan yang paling menarik adalah lempar-lemparan kue yang khusus di buat pada hari perayaan.

Daftar Hari Perayaan Setiap Negara

Waktu Pelaksanaan

Negara

Pekan kedua bulan Februari Norwegia
3 Maret Georgia
8 Maret Afganistan; Albania; Armenia; Azerbaijan; Belarusia; Bosnia Herzegovina; Bulgaria; Khazakhstan; Laos; Makedonia; Moldova; Montenegro; Romania, Rusia; Serbia; Ukraina
21 Maret Bahrain; Mesir; Yordania; Kuwait; Libya; Lebanon; Oman; Palestina; Arab Saudi; Sudan; Somalia; Suriah; Uni Emirat Arab; Yaman
25 Maret Slovenia
24 April Nepal
Pekan Pertama bulan Mei Hungaria; Lithuania; Mozambik; Portugal; Spanyol; Makau
10 Mei El Salvador; Guatemala; Meksiko
Pekan kedua bulan Mei Amerika Serikat; Anguila; Aruba; Australia; Austria; Bahama; Bangladesh; Barbados; Belgia; Belize; Bermuda; Bonaire; Brazil; Brunei Darussalam; Bulgaria; Kanada; Chili; Republik Rakyat China; Taiwan; Kolombia; Kroasia; Kuba; Curacao; Siprus; Republik Czech; Denmark; Dominika; Ekuador; Estonia; Ethiopia; Fiji; Finlandia; Jerman; Ghana; Yunani; Grenada; Honduras; Islandia; Italia; Jamaika; Jepang; Lativia; Malaysia; Malta; Myanmar; Belanda; Selandia Baru; Pakistan; Papua Nugini; Peru; Filipina; Puerto Rico; Samoa; Singapura; Slovakia; Afrika Selatan, Sri Langka; Suriname; Switzerland; Tonga; Trinidad dan Tobago; Turki; Uganda; Ukraina; Uruguay; Venezuela; Zambia; Zimbabwe
15 Mei Paraguay
26 Mei Polandia
27 Mei Bolivia
Pekan keempat bulan Mei Aljazair; Republik Dominika; Perancis; Haiti; Mauritikus; Maroko; Swedia; Tunisia
30 Mei Nikaragua
Pekan kedua bulan Juni Luksemburg
Minggu terakhir bulan Juni Kenya
12 Agustus Thailand
15 Agustus Kosta Rika
19 Agustus India
14 Oktober Belarusia
Pekan ketika bulan Oktober Argentina
8 Desember Panama
22 Desember Indonesia

Terlepas dari pandangan agama bahwa memang perlu adanya sebuah perayaan hari ibu dimana setiap orang dapat kembali kepada tugasnya masing-masing, dan sebagai bentuk terimakasih yang diberikan kepada ibu adalah sangat perlu.

Tentang SAMSUL HUDA

Kata orang saya adalah orang yang bodo dan bikin jengkel orang yang dekat dengan saya. Sekarang pun saya masih menjadi seorang mahasiswa yang seharusnya sudah mendapatkan gelar sarjana muda. Itu bukti bahwa mungkin apa yang dikatakakn orang itu benar tentang saya.
Pos ini dipublikasikan di BUDAYA, CORETAN TINTA, PENGETAHUAN dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s