DALIL KEISTIMEWAAN BULAN DZULHIJAH


Sebagai umat muslim tentunya harus tahu tentang segala sesuatu mengenai semua hal yang berkaitan dengan agamanya (Islam). Oleh karena itu sebagai orang islam, saya akan memberikan sedikit pengetahuan tentang bulan Dzulhijah. Sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam Al-Quran secara tersirat menyebutkan dalam surat Al-Fajr ayat 1-3:
وَالْفَجْرِ -١- وَلَيَالٍ عَشْرٍ -٢- وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ -٣-
Yang artinya: Demi fajar. Demi malam yang sepuluh. Demi yang genap dan yang ganjil.

Dari ayat tersebut mengingakan kepada kaumnya bahwa Allah telah bersumpah dengan adanya fajar, sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa datangnya fajar bisa berarti di pagi hari setelah adanya malam, atau fajar yang berarti awal permulaan pergantian tahun. Kemudian pada ayat kedua menjelaskan malam yang sepuluh adalah malam pertama pada bulan Muharrom, 10 malam pada bulan Asyro, dan 10 malam pada bulan Dzulhijah. Dimana bulan Dzulhijah merupakan salah satu hari yang penuh dengan berkah bagi hamba-Nya. Sebagaiman yang paparkan oleh para ulama bahwa pada bulla Dzulhijah merupakan hari untuk menunaikan haji, dan terdapat hari Arofah yang didalamnya terdapat kemuliaan yang sangat banyak dan melimpah. Sedangkan pada ayat yang ketiga menjelaskan bahwa yang genap serta yang ganjil, Wasy syaf‘i (dan [demi] yang genap), yakni hari ‘Arafah dan hari Nahar. Wal watr (serta yang ganjil), yakni tiga hari sesudah hari Nahar. Menurut satu pendapat, asy-syaf‘i (yang genap) adalah tiap-tiap shalat yang dilakukan dua atau empat rakaat, seperti shalat Subuh, Zuhur, Asar, dan ‘Isya. Sedangkan wal watr (serta yang ganjil) adalah tiap-tiap shalat yang dilakukan tiga rakaat, seperti shalat Magrib dan shalat Witir. Menurut pendapat yang lain, asy-syaf‘i . (yang genap) adalah langit dan bumi, dunia dan akhirat, surga dan neraka, Arasy dan Kursi, serta matahari dan bulan. Semua itu termasuk yang genap. Sementara wal watr (serta yang ganjil) adalah sesuatu yang tunggal. Dan ada pula yang berpendapat, Asy-Syaf‘i (yang genap) adalah laki-laki dan perempuan, orang kafir dan orang Mukmin, orang Mukhlis dan orang munafik, serta orang saleh dan orang durhaka. Sementara wal watr (serta yang ganjil) adalah Allah Ta‘ala.
Selain itu Allah juga berfirman dalam suart At-Taubah ayat 36:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ وَقَاتِلُواْ الْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ -٣٦-
Artinya: Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia Menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.

Dari ayat tersebut menjelaskan kepada kita bahwa dalam satu tahun terdapat 12 bulan seperti dalam perhitungan yang dilakukan manusia, yaitu tahun Komariyah maupun tahun Hijriyah. Sedangkan dalam Al-Quran menjelaskan tentang bulan yang terdapat pada tahun Qomariah (perhitungan yang dilakukan menurut perputaran bulan). Ketetapan waktu tersebut sesuai dengan terciptanya alam semesta (langit dan bumi). Dalam 12 bulan tersebut terdapat 4 bulan yang paling utama diantara bulan-bulan yang lain yaitu bulan Rojab, Bulan Dzulqaidah, bulan Dzulhijah dan bulan Muharrom. Oleh karena dari 4 bulan tersebut merupakan bulan yang penuh keistimewaan, maka dianjurkan kepada hamba-Nya untuk melakukan hal-hal yang mengandung madhorot (kerusakan), dan memerangi kaum kusyrikin yang dilaknat Allah sebagaimana dengan sifatnya yang selalu memerangi kaum muslimin tanpa henti.

Sebagaimana penjelasan 2 surat tersebut diats adalah bahwa seorang hamba tidak boleh melakukan perbuatan yang dilarang Allah atau menjauhinya dan perintah untuk memerangi kaum musyrikin yang selalu memerangi kaum muslimin tanpa henti. Seperti keutamaan bulan Dzulhijah bahwa dalam bulan tersebut Hamba-Nya disuruh untuk mendekatkan diri dengan sepenuh hati dan melakukan perbuatan sunnah dengan tujuan mendekatkan diri kepadpa Allah semata.

Bulan Dzulhijah selain terdapat hari Haji dan hari Arofah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijah, Allah memberikan kemulian yang lain, yaitu Allah akan mengampuni dosa-dosa yang setahun lalu dan dosa setahun yang akan datang. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam Hadist. Selain itu terdapat Idul adha yang mana jatuh pada tanggal 10 Dzulhijah. Dimana hari terbut merupakan hari yang bersejarah bagi umat Islam.

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah tersebut Rosulullah menganjurkan kepada umatnya untuk senantiasa mendekatkan diri dengan berbagai aktifitas keagaam, tapi bukakn berarti bahwa selain hari tersebut diatas umat muslim meninggalkan aktifitas keagamaan sebagaimana mestinya. Tetapi di bulan tersebut Allah menganjurkan untuk lebih mendekatkan diri seperti misalnya, memperbanyak berdoa, mengerjakan sholat sunnah, beramal sholeh dan menjalankan puasa sunat mulai dari tanggal 1 sampai tanggal 9 Dzulhijah. Dan tentunya berkurban sebagaiman ciri kahs bulan Dzulhijah. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurayrah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari-hari lain yang lebih disukai Allah SWT daripada 10 hari pertama di bulan Zulhijah.” Puasa di siang harinya adalah sama dengan puasa setahun penuh, dan ibadah di malam harinya setara dengan ibadah di malam Laylat al-Qadar. (Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Di dalam hadist yang lain juga menjelaskan bahwa Abd Allah ibn Mas’ud RA berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari lain dalam setahun di mana suatu perbuatan baik mempunyai nilai yang sangat tinggi dibandingkan dengan hari yang sepuluh (yakni 10 hari pertama di bulan Zulhijah).” Seseorang bertanya, “Bagaimana dengan berjihad di jalan Allah SWT?” Beliau menjawab, “Bahkan dibandingkan jihad di jalan Allah SWT.” Haytami berkata, “Tabrani meriwayatkan hal itu dalam al-Mu’jam al-Kabir dan semua perawi hadis dalam rantai transmisinya adalah perawi yang sahih.

Selain itu hadist lainnya menyebutkan “Siapapun yang berpuasa pada tanggal 1 Zulhijah seolah-olah ia ikut dalam Jihad di jalan Allah SWT selama 2.000 tahun tanpa istirahat sedikit pun. Bagi yang berpuasa di hari kedua seolah-olah ia telah beribadah kepada Allah SWT selama 2.000 tahun dan puasa di hari ketiga seolah-olah ia telah memerdekakan 3.000 budak di masa Nabi Ismail AS. Untuk puasa di hari keempat ia menerima ganjaran sama dengan 400 tahun ibadah. Untuk hari kelima ganjarannya setara dengan memberikan pakaian kepada 5.000 orang yang telanjang, puasa di hari ke-6 setara dengan ganjaran bagi 6.000 syuhada dan puasa di hari ketujuh, semua pintu di ketujuh neraka menjadi haram baginya dan untuk puasa di hari kedelapan, seluruh pintu surga akan dibuka baginya.” Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa puasa pada hari pertama Zulhijah bagaikan telah mengkhatamkan Alquran sebanyak 36.000 kali. Catatan: puasa-puasa tersebut adalah Mustahab, tidak ada keharusan untuk melakukannya. Selain itu kita juga dilarang berpuasa pada hari Tasyrik (hari ke-11, 12, dan 13 bulan Zulhijah) sebagaimana `Aisyah RA dan Ibnu `Umar RA meriwayatkan bahwa tidak seorang pun diperbolehkan berpuasa pada hari Tasyrik, kecuali mereka yang tidak mampu berkurban.

Dalam kitab Fathul Bari karangan oleh Inbu Hajar menyebutkan bahwa di Bulan Dzulhijah terdapat beberapa ibadah yang sangat besar pahalanya (ibadah yang paling utama) yaitu sholat, puasa, sedekah dan haji.

Keistimewaan yang lain tentang 10 hari pertama bulan Dzulhijah adalah sebagai berikut: Hari 1 adalah hari di mana Allah swt mengampuni dosanya Nabi Adam as. Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, Allah swt akan mengampuni segala dosanya. Hari 2 adalah hari di mana Allah swt mengabulkan doa Nabi Yunus dengan mengeluarkannya dari perut ikan. Barang siapa berpuasa pada hari itu seolah olah telah beribadah selama satu tahun penuh tanpa berbuat maksiat sekejap pun. Hari 3 adah hari di mana Allah swt mengabulkan doa Nabi Zakaria. Barang siapa berpuasa pada hari itu, maka Allah swtakan mengabulkan segala do’anya. Hari 4 adalah hari di mana Nabi Isa AS dilahirkan. Barang siapa berpuasa pada hari itu akan terhindar dari kesengsaraan dan kemiskinan. Hari 5 adalah hari di mana Nabi Musa AS dilahirkan, barang siapa berpuasa pada hari itu akan bebas dari kemunafikan dan azab kubur. Hari 6 adalah hari dimana Alloh swt.membuka pintu kebajikan untuk Nabinya, barang siapa berpuasa pada hari itu akan dipandang oleh Alloh dengan penuh Rahmat dan tdk akan diadzab. Hari 7 adalah hari ditutupnya pintu Jahannam dan tidak akan dibuka sebelum hari kesepuluh lewat. Barang siapa berpuasa pada hari itu Allah swt akan menutup tiga puluh pintu kemelaratan dan kesukaran serta akan membuka tigapuluh pintu kesenangan dan kemudahan. Hari 8 adalah hari Tarwiyah. Barang siapa berpuasa pada hari itu akan memperoleh pahala yang tidak diketahui besarnya kecuali oleh Allah swt. Hari 9 adalah hari Arafah. Barang siapa berpuasa pada hari itu puasanya menjadi tebusan dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Hari 10 adalah hari raya Iedul Qurban. Barang siapa menyembelih Qurban, maka pada tetesan pertama darah Qurban diampunkan dosa dosanya dan dosa anak anak dan istrinya. (HR. Ibnu Abbas ra).

Dan kahirnya sebagai peutup penulis hanya dapat berpesan sebagaimana seperti sabda Nabi Muhammad yang artinya: “Bersegeralah kamu sekalian untuk beramal sebelum datang tujuh hal; tidaklah kamu menantikan kecuali kemiskinan yang menimbulkan kelalaian, kekayaan yang dapat menimbulkan kesombongan, sakit yang merusak, ketuarentaan yang melemahkan akal, kematian yang membunuh dengan cepat, atau menunggu datangnya dajal padahal ia adalah sejelek-jelek yang ditunggu, atau menunggu datangnya hari kiamat padahal kiamat itu lebih berat dan lebih pahit (pedih).” (HR. Tirmidzi)

Wallahu A’lam Bissowab.

Tentang SAMSUL HUDA

Kata orang saya adalah orang yang bodo dan bikin jengkel orang yang dekat dengan saya. Sekarang pun saya masih menjadi seorang mahasiswa yang seharusnya sudah mendapatkan gelar sarjana muda. Itu bukti bahwa mungkin apa yang dikatakakn orang itu benar tentang saya.
Pos ini dipublikasikan di ISLAM dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke DALIL KEISTIMEWAAN BULAN DZULHIJAH

  1. husadagroup berkata:

    Reblogged this on Himpunan Usahawan Muda and commented:
    posted : Hilmi Husada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s